Postingan

Menampilkan postingan dengan label cuti kemana

[Review] Fujifilm X-70

Gambar
Pagi itu, tidak ada niat sedikitpun untuk saya meminang  gear  baru. Namun tawaran dari seorang kawan, rasanya sayang untuk dilewatkan. “Banyak bonus; battery 3 plus charger  external , satu set holder Haida 75 series sekalian filter GND reverse punya Haida, tas kamera National Geographic. Itu kalau ditotal semuanya jadi 15-juta,” begitu kata mulut racun kawan saya via  WhatsApp . Tentu, saya tidak memercayai nominal terakhir yang dia tuliskan. Ciri-ciri mulut buaya. Tapi entah, hari berikutnya saya bersalaman dengannya dan akhirnya  deal . Yang ada di dalam pikiran saya saat itu adalah, menjualnya lagi di toko online. Karena beberapa bulan ini saya mulai aktif di  Tokopedia , menjual barang-barang  secondhand  saya yang berhubungan dengan fotografi. Yah, pikiran ini belum hilang sepenuhnya. Sembari menunggu DSLR saya selesai diperbaiki, akhirnya Fujifilm X-70 menemani hari-hari  hunting  saya. Perbedaan yang sangat mencolok dari perpind...

[RESENSI] Trilogi Rara Mendut

Gambar
Oiya, karena pandemik, akhirnya saya kembali menulis. Terimakasih Covid. Sebenarnya, buku trilogi Rara Mendut oleh YB Mangunwijaya ini sudah lama saya miliki. Tapi finisingnya yang belum. Tinggal buku terakhir saja yang belum tamat. Ah, payah sekali. Itu karena saya terlalu sibuk dengan komunitas baru, STHolics. Paragraf di atas adalah paragraf saat saya menulis draft tulisan ini tahun lalu. Iya, TAHUN LALU. Dan baru selesai sekarang. Jadi, untuk sekarang, saya sudah menyelesaikan trilogi ini. Alhamdulillah ya. Buku ini terdiri dari 3 judul, ya iyalah kan namanya Trilogi. Buku pertama judulnya Rara Mendut, buku kedua judulnya Genduk Duku, buku ketiga judulnya Lusi Lindri.  Rara Mendut berlatar jaman kerajaan Mataram yang sedang jaya-jayanya, membuat salah satu daerah di pesisir mau tidak mau harus takluk setelah tumenggungnya meregang nyawa karena memilih untuk bebas dan tidak terikat dengan Mataram. Dari situ, mutiara terpendam bernama Rara Mendut yang sebelumnya diboyong oleh tum...

[Cuti Kemana] Teluk Hijau Banyuwangi

Gambar
Yeah, akhirnya saya menulis lagi. Kali ini saya akan membahas tentang tempat wisata yang tak kalah menarik, ya masih pantai, Teluk Hijau, Banyuwangi. Letaknya tak jauh dari Pantai Pulau Merah yang ada di pesisir selatan. Sebenarnya saya sudah dua kali ke sini. Pertama di awal tahun 2019 bersama anak istri, dan yang kedua bulan lalu bersama kawan saya semasa kuliah.     Berawal kabar dari Jumadin (selanjutnya saya sebut dia Juma) tentang rencana dia untuk melancong ke Bromo, akhirnya saya tawarkan untuk mengunjungi Banyuwangi. Dia kan juga suka foto, dan waktu itu dia sedang melaksanakan ibadah cuti. Jadi sekalian lah saya ambil cuti tahunan untuk menemaninya jalan-jalan. Senin malam dia mendarat dengan sempurna di Terminal Jajag. Setelah ada beberapa drama di sepanjang jalan dari Probolinggo ke Banyuwangi. Just info, bus dari Probolinggo kea rah timur ini banyak yang “nakal”. Sedikit cerita lah ya, sekaligus sebagai pengingat untuk kawan-kawan yang ingin be...

[Cuti Kemana] Taman Brantas: Kota Kediri

Gambar
Kediri mulai bersolek. Seperti tak mau kalah dengan Surabaya dengan Taman Bungkulnya, Kediri membangun beberapa taman kota yang saya rasa cukup menarik. Apalagi di jaman medsos sedang gencar-gencarnya memberikan informasi yang tak terbatas, Kediri semakin bersemangat. Taman Brantas. Mengambil konsep skate & BMX park  di pinggir Sungai Brantas dan jembatan baru yang penuh intrik, saya rasa pilihan yang cukup apik. Hampir mirip dengan taman skateboard  di dekat Monumen Kapal Selam Surabaya dan Taman Kalijodo setelah pensiun dari dunia malamnya. Arena skateboard  yang disalah-gunakan Malah buat plorotan Saya rasa kehadiran taman ini membuat warga Kediri semakin mencintai kota kelahirannya. Saya bersyukur, Kediri berkembang tidak hanya pada bangunan Mall yang semakin banyak di kota-kota besar. Mungkin salah satu tujuan banyaknya dibuat taman kota adalah untuk merangsang masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan. Agar remaja tidak rusak otaknya karena HP. B...

[Cuti Kemana] Doesoen Kakao, penghasil kakao terbaik dunia dari Glenmore-Banyuwangi

Gambar
Ting tung . Tiba-tiba handphone  saya bunyi. Salah satu grup di WhatsApp  rupanya sedang bergeliat setelah tidur panjang. "Panitia HLH 2018" nama grupnya. Panitia Hari Lingkungan Hidup, di perusahaan tempat saya bekerja. Karena acara yang telah selesai dengan cukup apik sampai di acara puncak di bulan Juni kemarin. Setelah LPJ selesai dibuat, maka harus ada acara pembubaran panitia. Intinya mah,  untuk menghibur panitia yang telah keras bekerja untuk menyukseskan HLH serta mendorong kawan-kawan yang lain agar mau menjadi bagian dari HLH tahun depan. Bendahara: Guys, LPJ sudah selesai. Yuk waktunya pembubaran panitia. Mau kemana kita? Anggota 1: Bromo. Anggota 2: Bali. Anggota 3: Rote Ndao. Anggota 4: Tuban   (yang terakhir ini, rupanya namanya Pak Harjoko   😅 ) .............. .............. .............. dst. Yang jelas banyak ketidakjelasan yang tidak perlu saya tuliskan.

[Cuti Kemana] Papuma: Pulau Merahnya Jember

Gambar
Saya berkesempatan ke Papuma jauh sebelum saya tinggal di Pulau Merah, Banyuwangi. Tepatnya saat saya masih jadi karyawan PT Harfam Jaya Makmur yang lokasinya di Bondowoso. Mau tau lokasi tepatnya? Nih: Harfam itu perushaan investasi di bidang kehutanan. Budidaya Jati. Akhirnya, saya berkesempatan untuk tinggal di Bondowoso selama saya jadi karyawan Harfam. Tahunnya kalau gak salah 2014. Di situ dulu, liburnya cuma hari Minggu. Dan saya waktu itu masih tinggal di Surabaya, meninggalkan istri saya yang sedang hamil. Pulang seminggu sekali. Nah, suatu kesempatan, saya ijin ke istri untuk tidak pulang minggu itu. Saya ingin sedikit melepas penat untuk pergi ke pantai. Maklum, dulu waktu di Harita, lokasi kerja amat dekat dengan pantai. Pantai sudah terlanjur jadi kawan akrab saya. Direncanakanlah pergi ke Jember dengan beberapa kawan, Pak Eka , Pak Hervian dan kawannya, Pak Dadang, dan Pak Argha yang tidak lain adalah saya sendiri 👀 Saya dan Pak Eka berangkat dari Bondowoso denga...

[Cuti Kemana] Pantai Coro

Gambar
Fotografer: Angga Putra Pratama Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar. Laa illaha illallah huwaallahuakbar. Allahuakbar walillahil hamd. Tanggal 15 Juni 2018 kemarin, umat muslim seluruh dunia merayakan hari kemenangan. Iedul Fitri. Setelah menempuh ibadah puasa selama sebulan, ada yang penuh dan ada yang tidak. Biar itu jadi urusan masing-masing individu dengan Tuhannya. Tidak perlu menghakimi dan yang jelas tidak perlu repot, toh tulisan saya ini bukan membahas tentang keagamaan. Kan, judulnya cutikemana, jadi ya khusus untuk kegiatan cuti saja. 😁 Momen lebaran, dulu kala, menjadi momen yang sakral bagi para perantau. Setidaknya banyak dari para perantau harus menunggu setahun untuk pulang kampung, yang biasanya dibarengkan dengan hari raya. Tentu juga ada yang tidak bisa pulang setahun sekali. Ada yang dua tahun sekali, atau bahkan lebih. Bertemu dengan keluarga; Ayah, Ibu, Mertua, dan saudara lain, adalah hal yang paling dinantikan. Dulu, libur lebaran terasa amat cepat...